Pembersih sampah otomatis berbasis mesin jebakan limbah apung diuji coba secara intensif di aliran Sungai Kaligarang, Semarang. Uji coba alat ini bertujuan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah plastik dan limbah domestik yang sering kali menyumbat aliran air sungai dan memicu risiko banjir saat musim hujan tiba. Perangkat mesin ini bekerja menggunakan kincir air dan sabuk berjalan (conveyor belt) yang secara otomatis mengangkut sampah terapung di permukaan sungai menuju tempat penampungan di darat.
Mesin penyaring sampah ini dirancang khusus oleh tim teknisi muda Semarang dengan memperhitungkan arus air dan variasi debit sungai Kaligarang. Menggunakan tenaga listrik kombinasi panel surya dan generator aliran air, alat ini dapat beroperasi secara terus menerus tanpa memerlukan konsumsi bahan bakar fosil. Pengujian lapangan dilakukan untuk mengukur kapasitas angkut sampah harian serta ketahanan komponen mesin terhadap paparan korosi air sungai dan hantaman beban limbah berat seperti kayu.
Pengoperasian mesin pembersih sampah ini menunjukkan efisiensi tinggi dalam menjaring berbagai jenis sampah anorganik, mulai dari botol plastik, kantong kresek, hingga kemasan stereofoam. Sampah yang terangkat langsung dipilah oleh petugas di darat untuk dikirim ke pusat daur ulang sampah kota. Keberhasilan mekanisme pembersihan otomatis ini secara signifikan mengurangi beban kerja manual petugas kebersihan sungai yang sebelumnya harus memungut sampah secara berisiko di tengah aliran air.
Uji coba alat ini menyedot perhatian pemerintah daerah dan warga Semarang yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Kaligarang. Masyarakat menyambut baik inovasi teknologi lingkungan ini karena terbukti mampu menjaga kebersihan air sungai serta mengurangi bau tidak sedap akibat tumpukan sampah membusuk. Integrasi teknologi mekanis dalam pemeliharaan sungai menjadi langkah modern yang sangat krusial dalam mitigasi bencana banjir kota Semarang secara terpadu.
Evaluasi dari uji coba ini akan digunakan untuk menyempurnakan sistem transmisi mesin agar lebih tahan banting dalam menghadapi situasi arus banjir bandang. Diharapkan mesin serupa dapat dipasang di titik-titik rawan pembuangan sampah sungai lainnya di wilayah Jawa Tengah. Melalui penempatan mesin pembersih sampah otomatis ini, kebersihan ekosistem perairan Sungai Kaligarang dapat terjaga dengan baik demi keselamatan dan kenyamanan seluruh warga Kota Semarang.