Pengujian Daya Basmi Hama Bio Pestisida Biji Mahoni SMAN 3 Semarang

Pengujian Daya basmi bio pestisida ekstrak biji mahoni terhadap hama tanaman kini menjadi riset biologi pertanian karya siswa SMAN 3 Semarang. Tingginya penggunaan pestisida kimia sintetis yang merusak kesuburan tanah mendorong para pelajar mencari alternatif pengendali hama alami yang aman. Dengan memanfaatkan biji pohon mahoni yang banyak dijumpai di sekitar sekolah, mereka merancang cairan penangkal serangga nabati. Proyek eksperimental ini bertujuan mengukur tingkat efektivitas ekstrak herbal tersebut dalam menekan populasi hama tanaman secara ramah lingkungan.

Proses pembuatan sampel pestisida dilakukan di laboratorium biologi sekolah melalui tahapan penumbukan biji kering dan ekstraksi menggunakan pelarut air hangat. Setelah cairan pekat tersaring sempurna, para siswa memasukkannya ke dalam botol semprot steril untuk diaplikasikan pada tanaman uji coba berhama. Setiap konsentrasi larutan diatur secara bertingkat guna mencari takaran dosis paling ampuh dalam membasmi serangga pengganggu daun tanpa merusak tanaman. Guru pembimbing mendampingi seluruh proses pembuatan demi menjaga keselamatan kerja dan ketepatan takaran penelitian.

Selama fase pengujian laboratorium, Pengujian Daya basmi tersebut diamati secara intensif setiap hari dengan mencatat persentase kematian hama pada tanaman sampel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa cairan ekstrak biji mahoni memiliki senyawa aktif alami yang sangat efektif melumpuhkan serangga pengganggu tanaman dalam waktu singkat. Dibandingkan produk kimia pabrikan, pestisida nabati buatan siswa ini jauh lebih aman bagi mikroorganisme tanah dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Data mortalitas hama dikompilasi menjadi tabel statistik terstruktur untuk melengkapi laporan ilmiah kelompok riset tersebut.

Keberhasilan eksperimen biologi ini membuktikan bahwa kekayaan flora lokal dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertanian organik yang berkelanjutan di Indonesia. Siswa SMAN 3 Semarang berhasil mengaplikasikan ilmu botani terapan melalui pendekatan praktik nyata di laboratorium sekolah yang sangat edukatif dan aplikatif. Laporan penelitian mereka bahkan diikutsertakan dalam lomba karya ilmiah remaja tingkat regional dan berhasil meraih sambutan positif dari dewan juri. Apresiasi diberikan atas kebaruan ide pemanfaatan limbah biji tanaman pelindung jalan tersebut menjadi produk yang bernilai guna tinggi.

Pada akhirnya, pencapaian dari Pengujian Daya basmi bio pestisida ini memperkuat posisi SMAN 3 Semarang sebagai pusat inovasi sains pertanian sekolah menengah. Dedikasi para pelajar dalam menciptakan produk ramah lingkungan membuktikan bahwa generasi muda mampu memberikan solusi nyata bagi ketahanan pangan nusantara. Diharapkan formula pestisida nabati ini dapat disosialisasikan kepada kelompok tani lokal agar mereka dapat memproduksinya secara mandiri di rumah. Semangat riset tanpa henti ini akan terus menginspirasi seluruh siswa untuk menjaga kelestarian alam lewat karya ilmiah.