Kepedulian terhadap abrasi pantai diwujudkan melalui penanaman bakau yang dilakukan secara masif oleh kelompok pelajar di kawasan pesisir Semarang. Pelajar Semarang bersama komunitas pecinta alam turun langsung ke area Tambaklorok untuk menanam ribuan bibit pohon bakau di sepanjang garis pantai. Aksi lingkungan ini bertujuan untuk menahan laju erosi air laut yang kian mengikis daratan serta merusak pemukiman warga sekitar. Semangat gotong royong para murid dalam menancapkan bibit pohon di tengah lumpur pesisir mendapat apresiasi tinggi dari warga lokal.
Sebelum aksi tanam dimulai, para siswa diberikan pembekalan mengenai peran penting ekosistem hutan bakau bagi keseimbangan alam pesisir dan biota laut. Mereka diajarkan cara mengikat bibit pohon pada ajir bambu agar tidak hanyut terbawa gelombang pasang air laut saat malam hari. Pembimbing kegiatan lingkungan mengawasi setiap pergerakan siswa guna memastikan seluruh bibit terpasang dengan kuat pada posisi yang tepat. Suasana kebersamaan dan gelak tawa mewarnai aksi hijau yang melelahkan namun sangat berkesan bagi para peserta didik.
Selain menanam bibit baru, para pelajar juga melakukan pembersihan sampah plastik yang menyangkut di sekitar akar tanaman bakau tua. Langkah pembersihan ini sangat penting agar bibit pohon yang baru ditanam tidak tertutup sampah dan dapat tumbuh dengan maksimal. Interaksi langsung dengan warga nelayan setempat memberikan pemahaman mendalam bagi para siswa mengenai dampak nyata perubahan iklim global. Pengalaman ini membentuk kepekaan emosional siswa terhadap penderitaan warga pesisir yang sering terdampak banjir rob.
Aksi nyata penanaman bakau ini terbukti memberikan dampak positif bagi pemulihan ekosistem pesisir kawasan Tambaklorok secara bertahap. Pihak sekolah berkomitmen untuk melakukan pemantauan rutin bulanan guna memastikan persentase tumbuh bibit yang telah ditanam oleh para siswa. Dukungan dari instansi dinas kelautan dan lingkungan hidup setempat turut memperkuat gerakan pelestarian kawasan pantai ini secara berkelanjutan. Keberhasilan aksi ini menjadi bukti bahwa kontribusi pelajar sangat berarti bagi upaya penyelamatan bumi.
Kegiatan penanaman bakau akan terus dijadikan program wajib tahunan bagi murid baru sebagai bagian dari edukasi karakter berwawasan lingkungan. Pihak sekolah berencana menggandeng lebih banyak organisasi kepemudaan untuk memperluas cakupan area konservasi hutan bakau di pesisir utara. Edukasi mengenai pentingnya menjaga wilayah pantai harus terus digaungkan kepada generasi muda demi masa depan lingkungan yang lebih baik. Semoga aksi peduli pesisir dari pelajar Semarang ini dapat memicu gerakan lingkungan di wilayah pantai lainnya.