Semarang memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, namun banyak situs sejarah yang informasinya masih terbatas bagi para wisatawan. SMAN 3 Semarang mengambil langkah proaktif dengan membentuk tim kurator muda yang bertugas membuat barcode digital pemandu wisata sejarah di kota mereka. Proyek inovatif ini bertujuan untuk mendigitalisasi narasi sejarah agar wisatawan dapat mengakses informasi mendalam tentang situs-situs bersejarah hanya dengan memindai kode QR yang ditempatkan di lokasi objek wisata tersebut.
Dalam proyek kurator muda ini, siswa melakukan riset mendalam dengan menggali data dari arsip kota, museum, hingga mewawancarai para sejarawan lokal. Informasi yang terkumpul kemudian dikemas ulang menjadi konten digital yang menarik, mulai dari teks informatif, foto arsip, hingga narasi audio dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Siswa juga mendesain tampilan antarmuka (UI) yang ramah pengguna agar wisatawan dari segala usia dapat mengoperasikannya dengan mudah saat berada di lapangan. Barcode tersebut kini telah ditempatkan di beberapa titik ikonik, memberikan pengalaman tur yang lebih interaktif dan mendidik.
Inisiatif kurator muda ini mendapat pujian dari pemerintah daerah karena dianggap sangat membantu promosi pariwisata berbasis pendidikan. Selain meningkatkan kunjungan wisata, program ini membantu melestarikan memori sejarah kota agar tetap relevan di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Siswa SMAN 3 Semarang berhasil menunjukkan bahwa generasi muda mampu mengambil peran aktif dalam pelestarian budaya melalui penguasaan teknologi. Keberhasilan ini juga memacu para siswa lain untuk lebih mendalami sejarah daerahnya sendiri dengan cara yang jauh dari kesan membosankan atau kuno.
Selain aspek teknologi dan sejarah, kurator muda ini juga mengasah kemampuan kolaborasi dan kepemimpinan di antara siswa. Mereka harus membagi peran dengan baik, mulai dari peneliti, penulis konten, desainer grafis, hingga pengembang teknis. Pengalaman ini memberikan wawasan profesional yang sangat berharga bagi masa depan mereka. Dengan menciptakan solusi digital, mereka tidak hanya menjadi penikmat sejarah, tetapi juga menjadi duta pelestari yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas di Semarang dan para wisatawan yang datang berkunjung.
Ke depannya, SMAN 3 Semarang berencana untuk memperluas cakupan situs yang akan didigitalisasi melalui proyek kurator muda ini, bahkan mencakup situs-situs yang selama ini jarang diketahui publik. Mereka juga akan bekerja sama dengan dinas pariwisata untuk integrasi lebih luas. Mari kita apresiasi dedikasi mereka. Dengan memadukan sejarah dan inovasi digital, kita sedang memastikan bahwa warisan leluhur akan tetap hidup dan dikenal oleh generasi-generasi mendatang dengan cara yang relevan dan modern.